Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Riset: Teknik Menggali Semut Api 'Lebih Hebat' dari Buldoser

Teknik penggalian semut-semut api "lebih canggih" dari cara kerja mesin-mesin buatan manusia.
Peneliti di Amerika Serikat menemukan rahasia sukses semut api, jenis semut yang bisa menggali semua jenis tanah.

Pemindaian tiga dimensi mengungkapkan bahwa serangga ini mampu membangun sarang rumit mereka dengan memanfaatkan butir-butir tanah dalam aneka ukuran.

Dalam temuan yang dimuat di Journal of Experimental Biology, terungkap pula bahwa semut ini mengubah teknik penggalian tergantung dengan jenis tanah di sekitar mereka.

Peneliti utama Profesor Dan Goldman dari Georgia Institute of Technology mengatakan kepada BBC bahwa sementara manusia "menggunakan buldoser untuk menggerakkan tanah", semut-semut api ini dapat membuat struktur bawah tanah yang kompleks dengan menggunakan bagian organ tubuh mereka.

"Mereka lebih canggih dibandingkan alat-alat ciptaan manusia dalam memanipulasi (pasir dan tanah)," kata Goldman.

Spesies yang dipelajari timnya, Solenopsis invicta, juga dikenal sebagai semut api merah, bisa disebut sebagai adalah insinyur yang pintar.

Serangga yang berasal dari Amerika Selatan ini sudah menyebar dan dapat ditemukan di AS, Australia dan Cina.

"Mereka menyerang (Amerika Serikat) 80 tahun lalu dan mereka telah menggali sarang dari Georgia hingga ke Los Angeles. Mereka dapat menggali apa saja," kata Goldman.

Metode berbeda

Sangat mengejutkan melihat bagaimana mereka sangat ahli menggali."Dan Goldman
Ia dan timnya menguji kemampuan menggali dengan meletakkan kelompok 100 semut dalam tabung yang berisi tiga macam jenis tanah yang ukuran butiran yang berbeda: kecil, sedang dan besar.

Mereka juga menguji semut-semut itu pada tanah dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.

Percobaan yang mereka rancang memungkinkan mereka menggunakan sinar x untuk melihat ke dalam sarang semut sementara mereka sedang berkembang selama lebih dari 40 jam.

Rata-rata semut membangun terowongan lebih cepat di tanah yang kasar dan membangun struktur bercabang yang lebih kompleks di tanah kasar yang lebih lembab.

Partikel air mengakibatkan butiran tanah saling menempel sehingga struktur yang dibangun menjadi lebih kuat.

"Namun pada dasarnya, bila tanah memiliki kadar air di atas 5% mereka akan menggali terowongan," kata Prof Goldman.

Dalam bagian kedua dari percobaan, tim peniliti ingin mengawasi perilaku setiap semut individu.


Peneliti Daria Monaenkova berhasil merekam semut-semut saat mereka menggali tabung transparan diisi dengan manik-manik kaca dengan ukuran yang berbeda yang dianggap tanah oleh para serangga itu.

Sangat kreatif

Semut api mengubah metode penggalian untuk disesuaikan dengan jenis tanah. 

Percobaan yang sangat visual ini menunjukkan bahwa semut memiliki dua metode penggalian berbeda.

Dengan manik-manik kasar, mereka akan mencengkram satu partikel dan bergerak mundur sambil menyeret partikel tersebut.

Namun dengan manik-manik yang lebih kecil –yang terasa seperti tanah halus- semut mencengkram dan menggumpalkan beberapa butiran, sambil bersandar pada sisi terowongan menggunakan kaki mereka.

Mereka kemudian membawa gumpalan "tanah" itu dan kembali ke atas.

Goldman mengatakan ia sangat terkejut dengan kreativitas semut-semut ini yang membuat gumpalan –semua dengan ukuran yang sama– seperti bola salju, dengan menggunakan lengan depan mereka, rahang dan bahkan antena mereka.

"Sangat mengejutkan melihat bagaimana mereka sangat ahli menggali," katanya.

Dia menambahkan bahwa penelitian ini dapat membantu dalam desain robot pencarian dan penyelamatan agar mampu bekerja dalam regu besar, dan mampu memanipulasi lingkungan tidak stabil di sekitar mereka, seperti bangunan runtuh.

"Ketika kita ingin mengirim kelompok robot di lingkungan alam, masalahnya adalah mereka sering berbentur satu dengan lainnya sehingga menghambat proses," kata Goldman.

"Jadi (serangga ini menunjukkan) bagaimana sebuah regu besar dapat bekerja dalam keadaan sempit dan bahkan merancang struktur dari bahan lepas," katanya.

Sumber : Detik.com

Minggu, 27 April 2014

Kubus Rubik : Mainan yang Fenomenal


Pada kesempaan kali ini admin turunkan catatan tentang Kubus rubik. Ternyata mainan yang satu ini memang luar biasa dan fenomenal bisa dikatakan bahwa Kubus rubik adalah mainan segala usia.

KAPAN DICIPTAKAN ?
Permainan kubus rubrik diciptakan 26 April 1974 dan menjadi mainan "wajib punya" pada tahun 1980 dan 1981.Menurut New York Times, tahun 1982 permainan rubik mulai kalah populer dengan favorit baru yaitu hula-hoop. 

Penciptanya adalah Rubik, yang profesor arsitektur, membuat kubus tersebut untuk memecahkan masalah struktural yaitu cara agar mekanisme dengan banyak bagian yang bergerak bisa tetap utuh dan tidak berhamburan.

Kubus itu yang dia tunjukkan saat mendaftarkan paten di Hongaria tahun 1975.

ANGKA FENOMENAL 
Pernahhkah anda menghitung kemungkinan memutar rubik pada posisi yang bereda ? 
Sungguh mencengangkan,  43.252.003.274.489.856.000 (empat puluh tiga tirta dua ratus lima puluh dua dwiyar tiga triliun dua ratus tujuh puluh empat miliar empat ratus delapan puluh sembilan juta delapan ratus lima puluh enam ribu).

Deretan angka itu adalah jumlah langkah memutar kubus rubik dan
43.252.003.274.489.855.999 di antaranya salah alias tidak akan memunculkan warna yang sama di sisi kubus.


Tidak hanya itu, feomenalnya lagi dalam kurun 40 tahun, kubus rubrik sudah dibuat antara satu miliar hingga 2,5 miliar unit dengan asumsi setiap satu rubik asli yang dibuat, maka ada lima lainnya yang bajakan.


REKOR TERCEPAT MEMAINKAN RUBIK
Anthony Brooks, yang sudah tiga kali memecahkan rekor dunia permainan rubik, cuma perlu satu menit menyelesaikan permainan itu dengan satu tangan. Kunci untuk menyelesaikan permainan itu secara cepat, kata Brooks, adalah memori otot dan taktik seperti memberi pelumas atau semprotan silikon di kubus.

Sampai saat ini rekor tercepat dipegang oleh Rowe Hessler (23) yang punya rekor 6,94 detik.

Umumnya pemain menyelesaikan permainan (Warna sama di setiap permukaan kubus rubik) dalam 50 langkah,.namun para ahli mengatakan bahwa Rubik dapat diselesaikan dalam 20 langkah.

Sumber : Antara 

 

Sabtu, 26 April 2014

Bagimana Cara Mengurangi Rasa Takut pada Anjing ?


Tak perlu mencari contoh jauh-jauh, saya (admin) adalah salah seorang yang tergolong phobia (takut) terhadap anjing. Begitu melihat anjing apatah itu kecil apalagi besar bulu kuduk langsung berdiri. Bawaannya curiga saja, jangan-jangan ia lantas mengejar dan akhirnya menggigit,

Seingat saya sudah tiga kali pernah dikejar-kejar anjing. Pertama, dikejar anjing pada saat naik motor, jadi tinggal tancap gas walau perasaan tidak karuan. Kedua, ketika malam-malam naik sepeda pancal, Pedal langsung dikayuh dengan cepat,tetapi anehnya malah mengejar. Sampai pada akhirnya kaki diangkat dan anehnya si anjing malah tidak mengejar lagi. Ketiga, Nah kali ini saya bersama anak yang paling bontot jalan-jalan di sekitar kampus UNAIR, anak saya yang melihat anjing dari kejauhan ketakutan. Dasar anjing, ia malah menghampiri sambil menggonggong. Saya agak panik, Di tengah kepanikan itu ada tumpukan batu yang secara reflek saya ambil dan secara sppontan saya teriaki "Huss" seraya  menghentakkan tangan hendak melempar batu. Alhamdulillh anjing itu ngerem daan lari tunggang langgang.

Apakah anda punya  pengalaman sama ? Apa yang bisa kita lakukan jika terjadi peristiwa yang sama, Berikut mungkin dapat meringankan rasa takut. Syukur-syukur tidak panik lagi bila bertemu kembali anjing di tengah jalan.

Berikut beberapa hal dan cara yang perlu diketahui agar dapat menolong orang-orang yang takut kepada anjing untuk mengatasi ketakutan mereka.

Menurut pakar perilaku anjing internasional,
Cesar Millan, hal yang perlu diketahui ketika seseorang takut kepada anjing adalah ketakutan itu semua bermula pada pola pikir sejak awal yang menyatakan "saya takut anjing".

Pemilik anjing harus paham bahwa orang yang takut kepada anjing tentu akan merasa tidak nyaman bila harus berhadapan dengan hewan yang ia takuti itu.

"Pikiran mereka yang mengatakan bahwa anjing itu menakutkan dan anjing itu akan menggigit. Kita harus menghormati perasaan mereka untuk dapat menenangkan mereka. Ingatlah, mereka takut karena mereka merasa akan digigit oleh si anjing," ujar Cesar.

Oleh karena itu, kata dia, hal yang sebenarnya harus dilakukan si pemilik anjin bukanlah memberanikan orang yang takut, tetapi membuktikan kepada orang yang takut itu bahwa anjingnya tidak berbahaya.

"Kebanyakan orang
hanya akan berkata 'Tidak apa-apa, anjing ini baik, dia tidak akan menggigit'. Padahal, hal itu justru membuat orang yang takut menjadi semakin takut," ungkapnya.

Maka Cesar pun menyarankan sang pemilik anjing segera datang mendekat dan menepuk-nepuk anjing agar tenang untuk membuktikan bahwa anjing  peliharaannya tidak bersikap agresif.

Cesar mengatakan, dengan sang majikan menunjukkan kepada si orang yang takut bahwa anjing peliharaannya tidak menggigit, hal itu dapat mengurangi rasa takut orang tersebut.

"Karena dengan mengetahui fakta bahwa si anjing tidak berbahaya, orang yang tadinya takut biasanya akan berusaha mengatasi ketakutannya dan menjadi lebih tenang," ujarnya.

Pakar perilaku anjing itu juga menyampaikan bahwa anjing sebenarnya tidak akan bersikap agresif dan
menggigit bila tidak dikejutkan atau merasa curiga.

"Jangan takut bila seekor anjing datang mendekati dan memutari anda karena itu memang ritual dan cara anjing untuk berkomunikasi. Mula-mula ia akan mendekati dan mengendus anda untuk lebih mengenal," jelasnya.

Sumber : Antara

Jumat, 04 April 2014

Miskomunikasi : Puisi menjadi media politisi

Biar kubuka dengan puisiku :
 
Mulai bertengkar
pertikaian dua pendekar
yang satu kerempeng yang lain kekar
Belang masing-masing kelihatan melar
alih-alih populer malah jadi bahan kelakar


Itulah sekedar interpretasi admin yang sangat awam dengan puisi terhadap yang berkembang di eskalasi menjelang pileg dan pilpres 2014 . Biarlah puisi-puisi para politisi terekam, sekaligus agar kelak bisa menjadi saksi layaknya sebuah prasasti bahwa para pengamat benar mereka sedang berseteru, walau sebenarnya admin mengharapkan kedamaian abadi.

“Airmata Buaya”
Kau bicara kejujuran sambil berdusta
Kau bicara kesederhanaan sambil shopping di Singapura
Kau bicara nasionalisme sambil jual aset negara
Kau bicara kedamaian sambil memupuk dendam
Kau bicara antikorupsi sambil menjarah setiap celah
Kau bicara persatuan sambil memecah belah
Kau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadi
Kau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpangan
Kau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderita
Kau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang sama
Kau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mata
Air mata buaya
Fadli Zon, 26 Maret 2014
(http://newindonesiaonline.wordpress.com/2014/03/31/puisi-fadli-pdip-dan-air-mata-buaya/)

"Sajak Seekor Ikan"
Seekor ikan di akuarium Kubeli dari tetangga sebelah
Warnanya merah Kerempeng dan lincah
Setiap hari berenang menari
Menyusuri taman air yang asri
Menggoda dari balik kaca
Menarik perhatian siapa saja
Seekor ikan di akuarium
Melompat ke sungai bergumul di air deras
Terbawa ke laut lepas
Di sana ia bertemu ikan hiu, paus dan gurita
Menjadi santapan ringan penguasa samudera
Fadli Zon, 29 Maret 2014.  

 (https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1465619979244880382#editor/target=post;postID=9140629676692820753)

 ><><><><><><><><><<<<>><><<><><><><<>><><><><><><><><><><><><><><>><><><



 PEMIMPIN TANPA KUDA

Masa kompeni telah berlalu lama
Tak ada jarak rakyat dan centeng
Masa perang telah berganti damai
Tak ada jarak prajurit dan panglima

Masa gagah-gagahan telah tak laku
Tak ada jarak manusia dan manusia

Kejantanan telah berubah
Tak ada amarah dipunggung kuda

Bung Karno blusuk Cipagalo beralas nestapa
Temukan Marhaen tanpa asa

Pemimpin tak perlu kuda
Rakyat tak suka gaya
Cukup Tuhan Punya Kuasa

Fahmi Habcyi, Cianjur 30 Maret 2014



"REMPONG"

Seribu caci maki diungkap
Seribu sumpah serapah diucap
Sejuta cara membara
Sejuta siasat menjerat

Tapi. . . .

Sejuta doa melesat
Sejuta asa terangkat

Ini bukan perang pandawa dan kurawa
Juga bukan dunia samudera
Hanya 'perang kembangan' dalam pewayangan

Tak ada gurita juga paus hanya anak negeri mengabdi
Berikan cinta untuk negeri
Berikan bukti untuk sanubari

Sejarah tak mungkin dipungkiri
Sejarah juga tak akan lupa
Jejak diri terbawa mati
Jejak ilahi selalu abadi

Nyepi teringat Krisna berucap pada Arjuna : "Karmane Fardikaraste Mapelsyu Kadatyana" Lakukan tugas jangan hitung

untung rugi!

Bukankah kitab-Nya tertulis : Mereka berencana (jahat), Allah juga punya rencana (jahat), dan Allah sebaik-baiknya

perencana. . . .

Gitu aja kok rempong (repot) . .!

(http://nasional.inilah.com/read/detail/2087881/pdip-kick-balik-gerindra/10840/puisi-rempong#.Uz62eKL_yT4)